Cara setting DHCP, HTTP dan DNS Server

Adviser           : Selamet Hariadi, S.Kom
Developer        : Dicky A. Rahman
Teknik Komputer dan Jaringan6
Teknik Jaringan Lanjut

Cara Setting DHCP, HTTP dan DNS Server

Setting Server
1. Klik gambar server, lalu klik tab config

2. Pilih DHCP, lalu isi tabel Default gateway sesuai jaringan(contoh : 192.168.201.100), isi tabel DNS server sesuai jaringan(contoh : 192.168.201.200), isi start IP Address sesuai jaringan(contoh : 192.168.201.0), klik Subnet Mask, yang terakhir isi maximum user dan Save

3. Klik tab Desktop, Klik IP Configuration

4. Pilih Static, Lalu isi tabel IP Address sesuai DNS Server(contoh : 192.168.201.200), isi Default Gateway sesuai jaringan(contoh : 192.168.201.100), Isi DNS Server sesuai yang tadi (contoh : 192.168.201.200)

5. Klik tab config, pilih DNS, pada DNS Service klik On, lalu isi Name sesuai keinginan Anda(Contoh : www.dicker.com), lalu isi Address dengan DNS Server yang tadi(contoh : 192.168.201.200), lalu Add

Setting pada PC/Laptop
1. Klik gambar PC/Laptop, lalu klik tab desktop

2. Klik IP Configuration, lalu pilih DHCP, tunggu hingga IP dari server keluar
3. Lakukan langkah-langkah seperti diatas untuk Setting PC/Laptop lainnya

Cara mengecek DNS Server
1. Buka PC/Laptop, Lalu klik tab desktop


2. Klik Web Browser, Lalu isi URL dengan Name yang Anda isikan dalam DNS Server(Contoh : www.dicker.com), lalu Go....
3. Maka akan muncul halaman milik Cisco/milik kita.
SELESAI……….

Sumber : Pertemuan pembelajaran Teknik Jaringan Lanjut TKJ6 SMK Industri AL-Kaaffah (Pada tanggal 26 September 2015).

QOS ( QUALITY OF SERVICE )

Nama : Dicky A. Rahman
Guru : Trisna, S.kom
TKL ( Teknik Komputer Lanjut )
Teknik Komputer Jaringan 6

A. Definisi QOS ( Quality Of Service )
QoS adalah  terminologi yang digunakan untuk mendefinisikan kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan tingkat jaminan layanan yang berbeda-beda. Melalui Q0S, seorang network administrator dapat memberikan prioritas trafik tertentu. Suatu jaringan, mungkin saja terdiri dari satu atau beberapa teknologi data link layer yang mampu diimplementasikan QoS, misalnya; Frame Relay, Ethernet, Token Ring, Point-to-Point Protocol (PPP), HDLC, X.25, ATM, SONET.

B. Parameter QOS ( Quality Of Service )
Bandwidth adalah jumlah data yang dapat ditransfer melalui jaringan  dalam jangka waktu tertentu.  Bandwidth biasanya ditentukan dalam satuan Bit Per Second (bps).
Latensi ( maxsimum packet delay ) adalah total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke tikik lain yang menjadi tujuannya. Delay dalam jaringan dapat digolongkan sebagai delay processing, delay network dll.
Losses adalah jumlah paket yang hilang saat pengiriman paket data ketujuan kualitas terbaik dari jaringan LAN/WAN memiliki jumlah losses paling kecil.
Availability berarti kesediaan suatu layanan web, smtp, pop3, dan aplikasi saat jaringan LAN/PAN sedang sibuk atau tidak.

C. Traffic  control pada QOS ( Quality Of Service )
Konsep Traffic Management adalah bagaimana mengatur semua peralatan jaringan (switch, router, firewall dll) bisa mengenali lalulintas yang sedang lewat sehingga bisa dibuat aturan tersendiri. Umpamakan saat tertentu direktur pada suatu perusahaan sedang mendownload artikel/paper dari suatu server, kemudian pada ssat yang bersamaan ada karyawan sedang mendownload film/musik, saat itu juga peralatan jaringan bisa meng-alokasi-kan bandwith secara otomatis pada akses direktur tadi sehingga tidak terganggu oleh file musik/film. Bahkan utk kondisi yang khusus, katakan dimana suatu akses ke server database keuangan sedang aktif, saat itu juga semua lalulintas yang tidak perlu bisa dihentikan sementara.
Traffic jaringan berhubungan dengan paket data yang di bangkitkan oleh kartu Ethernet pada komputer.
 Pada dasarnya kernel traffic control memiliki 3 bagian , yang pertama perangkat ingress,yaitu jika paket data diterima oleh kartu LAN maka paket tersebut akan diproses oleh ingress,biasanya ingress dipakai untuk mengendalikan traffic upload/uplink.Kemudian perangkat egress dipergunakan untuk mengendalikan paket data yang keluar dari kartu ethernet,sehingga traffic download oleh komputer client dapat dibatasi sesuai konfigurasi.

D. Cara pengcontrolan QOS ( Packet Sechedular,  token bath filter, fifo, random early detection )
Token bucket filter (TBF) membatasi bandwidth dengan metode shape & drop, prinsip kerja menggunakan aliran token yang memasuki bucket dengan kecepatan (rate) konstan, jika token dalam bucket habis maka paket data akan di antri dan kelebihannya dibuang, setiap paket data yang dikeluarkan identik dengan token. Token dalam bucket akan lebih cepat habis jika aliran paket data melampaui kecepatan token memasukki bucket, jadi kita asumsikan bahwa trafik melebihi batas konfigurasi.
First In First Out Teknik antrian FIFO mengacu pada FCFS (First Come First Server), paket data yang pertama datang diproses terlebih dahulu. Paket data yang keluar terlebih dahulu di masukan ke dalam antrian FIFO, kemudian dikeluarkan sesuai dengan urutan kedatangan. Teknik antrian FIFO sangat cocok untuk jaringan dengan bandwidth menengah 64kbps tetapi cukup menghabiskan sumber daya prosessor dan memori.
Random Early Detection atau bisa disebut Random Early Drop biasanya dipergunakan untuk gateway / router backbone dengan tingkat trafik yang sangat tinggi. RED mengendalikan trafik jaringan sehingga terhindar dari kemacetan pada saat trafik tinggi berdasarkan pemantauan perubahan nilai antrian minimum dan maksimum. Jika isi antrian dibawah nilai minimum maka mode 'drop' tidak berlaku, saat antrian mulai terisi hingga melebihi nilai maksimum maka RED akan membuang (drop) paket data secara acak sehingga kemacetan pada jaringan dapat dihindari.
Paket scheduler mengatur panyampaian arus paket yang berbeda di dalam Host & router yang di dasarkan atas kelas layanan, penggunaan antri managemen & berbagai penjadwalan algoritma. Suatu scheduler juga harus dapat menjaga ketertiban/ membentuk lalu lintas untuk di cocokan dengan suatu tingkatan layanan tertentu. Paket scheduler juga disebut dengan queing discipline.yaitu antrian dalam setiap kartu ethernet yang dipergunakan untuk menyimpan antrian paket data,paket data masuk/keluar melalui qdisc.
E. Komponen – komponen yang terdapat pada lalu lintas traffic conditioner ( classifayer, metter, marker, shapper/ dropper )
Classifier
Classifier memilih paket berdasar pada header paketnya dan meneruskan paket yang memenuhi aturan classifier pengolahan lebih lanjut. DS model menetapkan dua jenis paket classifier:
 1.  Multi-Field ( MF) Classifier  dapat menggolongkan pada bidang DS seperti halnya pada IP lain, contoh, IP address and the port number, seperti RSVP.
 2.  BehaviorAggregate(BA) Classifier, hanya menggolongkan pada bit didalam bidang DS.
Meter
Traffic meters mengukur jika penyampaian paket itu terpilih oleh classifier yang sesuai  dengan profil lalu  lintas  yang menguraikan QoS untuk SLA antara pelanggan dan penyedia jasa layanan. Suatu meter lewat status informasi ke fungsi pengkondisian yang lain  untuk men-trigger   tindakan  tertentu  untuk masingmasing paket, baik   mengerjakan maupun   tidak  mematuhi yang diminta kebutuhan Qos.
Marker
DS menetapkan DS field dari paket  IP berikutnya untuk bit tertentu. PHB adalah yang ditetapkan dalam 6 bit yang pertama DS field sehingga paket-paket yang ditandai disampaikan di dalam daerah DS menurut SLA antara pelanggan dan service provider.
Shaper/dropper
Paket shapers dan droppers menyebabkan konformasi pada beberapa properti lalu lintas yang dikonfigurasi, sebagai contoh, token bucket filter,  seperti “Service classes” Mereka menggunakan metoda berbeda untuk membawa arus ke dalam pemenuhan dengan profil lalu lintas profil. Shaper menunda beberapa atau semua paket tersebut. Dropper pada umumnya mempunyai suatu finite-size buffer, dan paket tidak mungkin dibuang jika ada space bufffer cukup untuk memegang paket yang ditunda. Dropper membuang beberapa atau semua paket itu. Proses ini adalah mengetahui menjaga ketertiban arus itu. Suatu dropper dapat diterapkan sebagai kasus yang khusus dari shaper dengan pengaturan ukuran shaper buffer pada paketnol(zero packets).

ANALISA KEBUTUHAN BANDWIDTH

Developer : Dicky A. Rahman
Adviser : Selamet Hariadi S.Kom
Mapel : Teknik Jaringan Lanjut
Materi : ANALISA KEBUTUHAN BANDWIDTH
Abstrak : Pada pertemuan di hari Kamis tanggal 3 September 2015 TKJ 6 membahas tentang Analisa Bandwidth di Lab.TKJ, dan di blog ini adalah definisi tentang Analisa Kebutuhan Bandwidth.

Kenapa Mengetahui perlu Kebutuhan Bandwidth?
Agar  penggunaan bandwidth efektif, klien harus mengetahui kebutuhan layanan  untuk   dirinya, sehingga dapat  menghitung total bandwidth  yang dibutuhkan. Semakin besar bandwidth yang   digunakan semakin besar pembayaran bulanan pada ISP.
Untuk lebih jelasnya, segera baca dua contoh Studi kasus dibawah ini.

Studi Kasus 1

Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Malang memiliki jaringan komputer yang terdiri dari 2 ruang Lab.Komputer yang terhubung ke internet. Jika masing-masing Lab. terdiri dari 25 komputer dan semua Komputer selalu digunakan untuk browsing (tidak digunakan untuk download). Hitung kebutuhan bandwidth secara ideal.

Analisa kebutuhan bandwidth Studi Kasus 1:
1.Penggunaan internet di sekolah banyak digunakan untuk layanan web atau browsing.Layanan web membutuhkan bandwidt h minimal 128Kbps.
2.Lab. komputer 2 ruangan, masing-masing 25 komputer. Total komputer adalah 25 * 2 = 50 komputer.
3.Kebutuhan bandwidt h adalah 128 Kbps * 50 = 6400 Kbps

Catatan: Kebutuhan 128Kbps adalah gambaran umum untuk layanan akses web atau browsing. Jadi untuk melakukan analisan di  klien yang menggunakan layanan lainnya harus melakukan analisa mendalam pada akses badwidth layanan yang digunakan.

Studi kasus 2

Sebuah perusahaan toko online mempunyai  7 karyawan yang terdiri dari (customer service 2 orang, kasir 1 orang, online marketing 1 orang,packing 2 orang dan manager 1 orang).Berapa bandwidth yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut ?

Analisa kebutuhan bandwidth Studi Kasus 2:
1.Semua karyawan membutuhkan koneksi int ernet dengan service web kecuali bagian packing.
2.Jumlah computer adalah 5 buah (2 komputer untuk custome service, 1 komputer untuk kasir,1 komputer untuk marketing dan 1 komputer untuk manager).
3.Jika semua komputer digunakan unt uk akses  web, maka masing-masing komputer membutuhkan bandwidt h sebesar 128Kbps maka perhitungannya adalah. 5 x 128Kbps = 640 Kbps

Saran untuk studi kasus ke-2 :
1.Bandiwidth yang dibutuhkan sebesar 640 Kbps. Sebagian besar provider internet tidak menyediakan layanan dengan bandwidt h sebesar 640 Kbps. Biasanya ISP menawarkan bandwidth internet sebesar 384 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps dan seterusnya.
2.Kebutuhan bandwidth 640 Kbps. Perusahaan dapat berlangganan internet pada ISP seperti telkom dengan layanan speedy dengan bandwidt h 512Kbps sebanyak 2 line at au 1 Mbps sebanyak 1 line.
3.Untuk mengantisipasi koneksi terputus, sebaiknya perusahaan berlangganan koneksi internet pada 2 ISP yang berbeda. Berlangganan pada t elkom dengan produknya speedy bandwidt h sebesar 512Kbps dan berlangganan koneksi pada ISP lain sebesar 512 Kbps.
4.Saran nomor 3 lebih baik dari pada berlangganan bandwidth speedy pada telkom sebesar 512 Kbps  sebanyak 2 line.

Sumber : http://www.slideshare.net/selamethariadi/analisa-kebutuhan-bandwidth-selamet-hariadi
pertemuan kelas pada hari Kamis, 3 September 2015 di Lab.TKJ SMK Industri Al-Kaaffah

Keamanan Jaringan



Nama                          : Dicky A. Rahman
Guru Pengampu          : Selamet Hariadi
Pertemuan                  : Kamis, 13 Agustus 2015 



Abstrak:
Pertemuan kali ini membahas tentang Keamanan Jaringan. Kebijakan Jaringan dibagi menjadi beberapa hal sesuai kebutuhan.

Keamanan Jaringan : bentuk pencegahan / deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer.

Kebijakan Penggunaan Jaringan:


  1. Kebijakan organisasi
Kebijakan organisasi, Instansi / lembaga dalam ruang lingkup Keamanan Jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut.
Contoh:

·         Tata kelola sistem komputer
·         Pengaturan kerapian pengkabelan
·         Pengaturan akses wi-fi
·         Manajemen data organisasi
·         Sinkronisasi antar sub-organ
·         Manajemen Sumber Daya
·         Maintenance & Checking berkala

2. Etika menggunakan jaringan komputer
Contoh :
·                                 Memahami Akses Pengguna
·                                 Memahami kualitas daya Organisasi
·                                 Pengaturan penempatan sub-organ
 

3. Kebijakan mengakses computer
Contoh :
·                                 Manajemen pengguna
·                                 Manajemen sistem computer
·                                 Penetapan waktu akses

Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan:
1.                  Serangan fisik terhadap Keamanan Jaringan:
·               Terjadi gangguan pada kabel
·               Kerusakan harddisk
·               Konsleting
·               Data tak tersalur dengan baik
·               Koneksi tak terdeteksi
·               Akses bukan pengguna


1.                  Serangan logik terhadap Keamanan Jaringan :
·                     SQL Injection (Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem).
·                     DoS / Denial of Service (Serangan pada Sistem dengan menghabiskan Resource pada Sistem)
·                     Traffic Flooding (Serangan pada Keamanan Jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan)
·                     Request Flooding (Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut)
·                     Deface (Serangan pada perubahan tampilan)
·                     Social Engineering (Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna, hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia)
·                     Malicious Code (Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse. Virus: Program merusak yang mereplikasi dirinya pada boot sector atau dokumen. Worm: Virus yang mereplikasi diri tidak merubah fle tapi ada di memory aktif. Trojan Horse: Program yang sepertinya bermanfaat padahal tidak karena uploaded hidden program dan scipt perintah yang membuat sistem rentan gangguan)
·                     Packet Sniffer (Serangan Menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan)
·                     Peralatan pemantau kemungkinan ancaman dan serangan terhadap Keamanan Jaringan
 

Sumber:
Pertemuan Kelas hari kamis, tanggal 13 agustus 2015